Friday, October 31, 2008

Tekad (A Tribute to iZiS)

Kami sadari jalan ini kan penuh onak dan duri
Aral menghadang dan kezhaliman yang akan kami hadapi
Kami relakan jua serahkan dengan tekad di hati
Jasad ini, darah ini sepenuh ridho Illahi

Kami adalah panah-panah terbujur
Yang siap dilepaskan dari busur
Tuju sasaran, siapapun pemanahnya

Kami adalah pedang-pedang terhunus
Yang siap terayun menebas musuh
Tiada peduli siapapun pemegangnya
Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Ilahi Robbi...

Kami adalah tombak-tombak berjajar
Yang siap di lontarkan dan menghujam
Menembus dada, lantakkan keangkuhan

Kami adalah butir-butir peluru
Yang siap ditembakkan dan melaju
Dan mengoyak, menumbang kezhaliman
Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Ilahi Rabbi...

Kami adalah mata pena yang tajam
Yang siap menuliskan kebenaran
Tanpa ragu ungkapkan keadilan

Kami pisau belati yang slalu tajam
Bak kesabaran yang tak pernah padam
Tuk arungi da'wah ini jalan panjang
Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Ilahi Robbi...


Lagu 'Tekad' di atas dinyanyikan oleh sebuah kumpulan nasyid di Indonesia. Lagu yang sangat saya minati.

Mengapa? Kerana lirik yang dilontarkan memberi suatu gambaran tentang kehidupan seorang insan yang menginfaqkan hidupnya di jalan dakwah.

Dari awal lagi dah diperingatkan bahawa jalan yang ditempuh ini menjanjikan pelbagai cabaran, namun tetap diredah hanya kerana mencari redha ILAHI.

Setiap rangkap memberikan satu analogi yang sangat indah tentang kehidupan pendakwah. Umpama panah, pedang, tombak, butiran peluru, mata pena dan pisau belati. Semuanya siap demi redha ILAHI.

Saya ingin berkongsi, agar kita semua menikmati. Dan menghayati betapa dalam maksud yang ingin diungkapkan. Mudah-mudahan sebagai koreksi dan evaluasi buat setiap individu yang telah meneguhkan TEKAD untuk menelusuri jalan ini...

Saturday, October 25, 2008

Umar dan Baitul Maqdis


Ketika akan memasuki Baitul Maqdis, akan disambut oleh pembesar Romawi dan masyarakat banyak, Umar disarankan mengganti pakaianya dengan yang mewah, mengganti ontanya dengan kuda yang gagah, Umar tidak mau bahkan marah seraya mengatakan, “ Kita adalah kaum yang diberikan kemuliaan oleh Allah dengan Islam. Bila kami mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kita”.

Suatu kalimat yang mengandung nilai-nilai keimanan yang sempurna, ketakwaan yang tinggi, akhlak yang agung, yang tidak sembarang orang mampu mengucapkan kalimat yang tegas tersebut, apalagi di zaman sekarang, bujukan meterialis dan kapitalis sangat menggoda.

Umar paham dan tahu bahwa kemuliaan seorang muslim disisi Allah bukan terletak pada pakaian yang indah, rumah yang mewah, harta yang melimpah, memiliki banyak sawah, makanan yang berkuah, sekali lagi bukan itu ! Mulianya seorang muslim disisi Allah terletak pada ketakwaannya, sikap rela sepenuh hati dan mengamalkan secara sempurna ajaran yang mulia (Islam) yang bersumber dari Dzat Yang Maha Mulia, Allah Yang Maha Agung.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS: Al
Hujuraat/ 49 : 130)

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. (QS: Al Maa’idah/5: 3).

Siapakah Umar yang telah berkata dengan tegas lagi bijaksana tersebut?

Umar yang dimaksud adalah Umar bin Kaththab bin Nufail bin Abdul ‘Uzaa bin Rabah bin Qurth bin Razah bin Ady bin Ka’ab bin Luay. Qiyadah (pemimpin) kaum muslimin yang bergelar Amirul Mu’minin, Abu Hafash Al Qurasyi, Al Adawi, Al Faruq.

Umar adalah sahabat Rasulullah saw yang memiliki kedudukan mulia disisinya bahkan pernah didoakan secara khusus. Imam Tirmidzi dan Al Hakim - dia menyatakan bahwa riwayat ini shahih – meriwayatkan dari ‘Uqbah bin Amir dia berkata, Rasulullah saw bersabda:

“Andai kata setelahku ada nabi pastilah dia Umar”.

Al Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw berdoa kepada Allah:

“Ya Allah muliakanlah agama Islam ini dengan Umar ibnu Khaththab”.

(Hadits serupa diriwayatkan oleh Imam Ath- Thabarani dalam kitabnya Al Awsath dari hadits Abu Bakar, sedangkan dalam kitabnya Al Kabir dari hadits riwayat Tsauban).

Umar juga mertuanya Rasulullah saw, karena anaknya yang bernama Hafshah merupakan istri keempat Rasulullah saw setelah Khadijah binti Khuwailid, Saudah binti Zam’ah, Aisyah binti Abu Bakar Siddiq.

Dalam rangka mengunjungi Baitul Maqdis di Palestina, tempat yang pernah dikunjungi Rasulullah saw dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada tahun ke 10 kenabian, Umar bin Khathathab meninggalkan kota Madinah, ibu kota pemerintahan Islam untuk sementara waktu.

Beliau meyerahkan urusan kota Madinah kepada sahabat seperjuangan dalam menegakkan agama Allah di muka bumi, menantu Rasulullah saw, Ali bin Abi Thalib.

Umar pergi ke Baitul Maqdis, Palestina atas usulan Ali bin Abi Thalib setelah menerima surat permohonan damai dari penduduk setempat yang dipimpin Uskup Agung Severinus.

“Pasukan Muslimin sudah bersusah payah menghadapi udara dingin, perang dan sudah lama meninggalkan kampung halaman... Kalau anda datang menemui mereka, kedatangan anda dan pasukan muslimin akan merasa aman, akan merasa sejuk. Semua ini akan membawa perdamaian dan kemenangan”, kata Ali bin Abi Thalib menyampaikan pendapatnya.

Umar berangkat meninggalkan kota Madinah menuju Baitul Maqdis dengan menggunakan unta kelabu, membawa dua buah karung, masing-masing berisi tepung gandum dan kurma, sebuah kirbat di depannya berisi air penuh dan sebuah bokor tempat makanan di belakangnya.

Beliau mengenakan baju gamis tebal terbuat dari kapas bergaris-garis yang sisinya sudah sobek.

Ketika akan sampai di tempat tujuan, Umar bin Khaththab sebagai seorang khalifah, pemimpin kaum muslimin, qiyadah bagi pengikutnya, melangkahkan kaki, mengayunkan tangan sambil menuntun ontanya, pembantunya yang bernama Maisarah duduk dipunggung onta.

Maisarah merasa tidak enak dan agak rikuh ketika Baitul Maqdis sudah ada di depan mata, para pembesar Nashrani dan masyarakat umum sudah siap menyambut kedatangan Umar bin Khaththab, pemimpin kaum muslimin. Umar tetap melanjutkan perjalanannya dan menyuruh pembantunya tetap diatas punggung onta, karena berdasarkan kesepakatan mereka berdua, mereka akan bergantian untuk naik onta dan menuntun onta, ketika akan sampai di tempat tujuan tibalah giliran Umar, beliau konsisten terhadap janji.

Sebagai pemimpin, Umar telah memberikan keteladanan yang agung kepada kaum muslimin terutama para pemimpin yang telah diberikan amanah mengurus umat nabi Muhammad saw, untuk konsisten terhadap janji, tidak “mentang-mentang”, tidak zalim kepada pengikut, pendukung atau pembantunya.

Umar tidak merasa hina menuntun onta dengan pakaian yang sangat sederhana sedangkan pembantunya tetap duduk dipunggung onta. Padahal beliau seorang penguasa kaum muslimin yang kekuasaannya sudah luas, yang terbentang dari Yaman sampai Syam.

Umar telah membuktikan, dengan takwa yang sebenar-benarnya, sikap hidup yang sederhana, jujur dan amanah, ada kepedulian kepada umat, menghargai pengorbanan prajuritnya yang telah berjuang dengan jiwa dan raga. Sehingga Umar dihormati oleh pengikutnya dan disegani oleh lawannya.

Kisah Umar bin Khaththab ke Baitul Maqdis telah memberikan pelajaran sangat berharga kepada kita, bagaimana seharusnya menjadi pemimpin umat,

Semoga kita dapat masuk Baitul Maqdis dan membantu rakyat Palestina agar lepas dari belenggu penjajah Zionis Israel.

H. Ferry Nur, S.Si.

eramuslim.com

Wednesday, October 22, 2008

Belasungkawa - Muhammad Ammar ar-Ridho


Berbicara soal kematian bukanlah suatu hal yang mudah. Mungkin ringan di mulut tapi berat untuk ditanggung, terutama bagi kerabat si mati dan sahabat handai yang rapat dengannya. Namun kematian adalah kepastian yang dijanjikan ALLAH;

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya. (surah Ali 'Imran; 3:185)

Kematian tidak menuggu tua atau sakit. Jika telah tiba masa yang ALLAH tetapkan, kita tetap kan pergi mengadap NYA. Justeru kepentingan hidup kita di dunia adalah menyiapkan bekalan amal soleh dan menjadi peribadi muslih guna menghadapi fitnah alam kubur dan hari akhirat.

Kesabaran adalah antara kunci utama dalam menghadapi setiap musibah yang menimpa;


Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin, sebab segala keadaannya untuk dia sangat baik, dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat dia bersyukur, maka syukur itu lebih baik baginya. Dan apabila ditimpa kesusahan dia bersabar, maka kesabaran itu lebih baik baginya. (HR Muslim, dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan ar-Rumi)

Mungkin ada yang berkata, "Dia tak tahu apa perasaan kita, boleh la cakap macam tu," atau perkataan-perkataan lain yang senada.

Ketahuilah bahawa setiap mukmin itu bersaudara dan saling menguatkan antara satu sama lain. Ketika orang lain ditimpa musibah, kitalah yang akan mengingatkan bahawa perkara tersebut adalah ujian ALLAH dan punya hikmah tersirat yang tersendiri. Pada ketika yang lain ketika kita yang mengalami suatu dugaan yang benar-benar menguji keimanan, mereka pulalah yang akan mengingatkan dan menguatkan hati kita agar jangan berputus harap dari rahmat ALLAH.

Kematian, ungkapan yang mengundang sebak di dada dan pilu di hati. Amat biasa ia diiringi linangan air mata oleh mereka yang punya naluri insani. Demikian adalah bentuk rahmat yang ALLAH berikan sehingga manusia bisa saling mengasihi.

"Air mata itu bukti rahmat yang telah diletakkan ALLAH dalam hati hamba-hamba NYA. Dan hanyasanya ALLAH merahmati (mengasihi) hamba-hamba NYA yang pengasih". (HR al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Zaid Usamah bin Zaid)

Kehilangan insan yang paling kita cintai dengan diiringi kesabaran adalah salah satu jalan mendapatkan syurga;

Rasulullah bersabda, ALLAH berfirman, "Tiada ganjaran bagi seorang hambaKU yang telah AKU ambil kekasihnya (ibu, ayah, saudara, etc), kemudian dia mengharapkan pahala daripadaKU, selain ganjaran syurga." (HR al-Bukhari, dari Abu Hurairah)

Demikian tinggi nilai kesabaran sehingga ALLAH menjanjikan ganjaran tertinggi untuk golongan ini.

Apa pula ucapan yang layak dilafazkan ketika menghadapi berita kematian?

"Tiadalah seorang ditimpa musibah lalu berkata: 'inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Allahumma jurni fi mushibati, wakhlufni khairon minha' (Sesungguhnya kami adalah milik ALLAH, dan kepada NYA kami akan kembali. Ya ALLAH, berikanlah pahala kepadaku dalam musibah ini, dan gantikanlah untukku yang lebih baik darinya), melainkan pasti ALLAH akan memberi pahala kepadanya dalam musibah itu dan menggantikan baginya sesuatu yang lebih baik dari apa-apa yang telah hilang." (HR Muslim, dari Ummu Salamah)

"Apabila mati anak kepada seorang hamba, maka ALLAH bertanya kepada malaikat, "Kamu telah mengambil roh dari buah hatinya?" Maka mereka menjawab, "Ya." Lalu ALLAH bertanya, "Lalu, apa yang dikatakan oleh hambaKU itu?" Mereka menjawab, "Dia hanya memuji ENGKAU dan mengucapkan istirja' (inna lillahi wa inna ilaihi roji'un)." Maka firman ALLAH, "Bangunkan untuk hamba KU itu sebuah rumah di syurga, dan namakanlah rumah itu Baitul Hamdi." (HR at-Tirmizi, dari Abu Musa al-Asy'ari)

Al-Fatihah dan belasungkawa untuk mujahid kecil yang kembali ke rahmatullah pada 21 Oktober 2008, kira-kira jam 7.00pm. Aku dan Abu Ammar sedang menunggu giliran untuk membeli tiket flight di KIA, ketika Abu Ammar mendapat panggilan yang menyampaikan berita sedih tersebut.

Hai Mujahid Kecil! Semoga kau menjadi syafaat untuk ibu ayahmu di akhirat kelak...

Seorang perempuan mendatangi Rasulullah lalu berkata : “Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah memperoleh hadith-hadith dari Tuan, maka berilah kami (kaum perempuan) hari Tuan memberikan pengajaran kepada kami tentang apa yang telah Allah ajarkan kepada Tuan.” Rasulullah menjawab, “Berkumpullah pada hari ini dan ini”.

Maka kaum perempuan itu berkumpul dan Rasulullah hadir memberikan pengajaran apa yang di ajarkan Allah kepadanya. Rasulullah bersabda: “Tiada di antara kalian perempuan yang ditinggal mati tiga anaknya kecuali ketiga-tiga anak tersebut menjadi penghalang (hijab) bagi perempuan itu dari api neraka. Seorang perempuan bertanya, “Dan dua orang anak ?”. Jawab Rasul, “(Ya) dan dua orang anak.” (Mutafaqqun 'alaihi)

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Allahumma jurni fi mushibati, wakhlufni khairon minha

Allahumma ij'alhu farothon wa dzukhran li walidaihi, wa syafi'an mujaba. Allahumma tsaqqil bihi mawazinahuma, wa a'dzim bihi ujurahuma, wa alhiq hu bi solihil mukminin, waj'al hu fi kafalati ibrahim, wa qihi bi rahmatika adzabal jahim.

(Ya ALLAH, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala dan simpanan bagi kedua-dua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya ALLAH, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Kumpulkan anak ini dengan orang-orang yang solih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMU dari siksaan neraka Jahim.)

Tuesday, October 21, 2008

Menteri Imigrasi Baru Inggris: Jilbab Dilarang di Sekolah

eramuslim.com Isnin, 20 Oktober 2008
Hanya dua minggu di posisi barunya, menteri imigrasi baru Inggris, Phil Woolas, yakin bahwa hijab sebaiknya dilarang di sekolah-sekolah Inggris. Dan ini akan menjadi salah satu klausul yang akan masuk dalam undang-undang imigrasi baru Inggris.

"Penduduk yang mengenakan kerudung sebenarnya memiliki berbagai alasan. Ada yang karena kewajiban agama, ada juga yang karena terpaksa. Karena itu, soal kerudung harus dikembalikan kepada si pemakai," ucap sang menteri kemarin lusa.

"Tapi, di sekolah jangan dipakai. Karena ini bisa mempersulit proses belajar siswa."

Hijab sebenarnya merupakan bentuk ketaatan seorang wanita muslim kepada agamanya. Bukan simbol yang menunjukkan salah satu afiliasi agama Islam.

Di tahun 2004, bahkan Prancis melarang jilbab di tempat-tempat publik. Dan hal itu akhirnya diikuti oleh negara-negara Eropa lain.

Woolas yang setelah diumumkan namanya menjadi menteri sejak 3 Oktober dengan adanya reshufle kabinet, sebenarnya mendukung sekolah-sekolah muslim yang ada di negara-negara Eropa.

"Tapi, sekolah harus mengurangi adanya jurang perbedaan. Mereka harus belajar tentang seluruh keyakinan. Murid-murid dari berbagai agama pun harus diizinkan masuk. Dari situ, perilaku ekslusif akan berkurang," ucap sang menteri.

Woolas yakin bahwa muslimah di Inggris harus punya pijakan dalam bursa tenaga kerja, walaupun pekerjaan itu bertentangan dengan budaya mereka.

Saat ini, di Inggris berdomisili kurang lebih 2 juta warga muslim.
Kebiadaban Terhadap Islam

Seperti seorang Mekanik yang saban waktu memperbaiki kenderaan rosak dibengkelnya, tiba-tiba ingin bercakap tentang soal kesihatan yang seharusnya menjadi permainan Sang Doktor!

Demikianlah golongan ini memberikan pandangan sewenang-wenangnya terhadap Islam, seolah-olah mereka adalah bijak pandai yang telah lama bergelut dengan ilmu Syariah Islamiyah. Apakah mereka mengira Islam adalah agama yang begitu mudah, sehingga segala hukumnya ditentukan oleh tangan manusia, sebagaimana agama mereka? Sungguh, Islam adalah agama sempurna yang bebas dari campur tangan makhluk.

Sony tarik balik alat permainan

Berita Harian 20 Oktober 2008


Permainan Sony's LittleBigPlanet yang mencetus kemarahan umat Islam.

Timbul kemarahan umat Islam kerana muzik gabung ayat al-Quran

CHICAGO: Pengeluar permainan video terkemuka dunia, Sony, menarik balik berjuta-juta salinan permainan baru komputer selepas ia menimbulkan kemarahan umat Islam kerana menggabungkan muzik dengan ayat al-Quran, lapor akhbar Chicago Sun-Times.

"Kami dengan ikhlas memohon maaf di atas sebarang kesilapan yang dicetuskan," kata Pengarah Komunikasi bagi Sony Computer Entertainment of America, Patrick Seybold.

Permainan Sony's LittleBigPlanet, yang dijadualkan berada di pasaran Jumaat ini, memaparkan gabungan sebuah lagu dengan dua ayat al-Quran.


Ini bukan kali pertama syarikat pengeluar menarik balik permainan dari pasaran kerana menghina umat Islam. Firma Nintendo dari Jepun terpaksa mengubah suai permainan yang sudah dipasarkan, The Legend of Zelda: Ocarina of Time selepas mendapati ia mengandungi zikir.

Bulan lalu, permainan komputer yang menonjolkan wira Amerika yang dihantar untuk 'memusnahkan umat Islam' mencetuskan kemarahan di Britain.


Apa iktibar yang mampu kita pelajari?

1. Musuh-musuh Islam tidak pernah senang dengan Islam dan sentiasa mencari-cari jalan untuk menghina dan menjatuhkan martabat Islam dan umatnya;
Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan redha kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk ALLAH itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari ALLAH (surah al-Baqarah; 2:120)
2. Pelbagai cara akan mereka gunakan untuk merealisasikan kebencian mereka terhadap Islam

3. Propaganda seperti ini akan sentiasa disebarkan. Kebencian mereka akan sentiasa diwariskan kepada generasi seterusnya.

4. Fikrah sesat sebegini telah mula (malah sejak sekian lama) ditanam dalam minda dan jiwa anak-anak kecil. Sama ada melalui video games atau toys.

5. Lalu anak-anak mereka (malah sasaran mereka adalah anak-anak umat Islam) akan membesar dalam keadaan berpandangan Islam hanyalah agama remeh yang boleh dipermainkan, sama ada dalam games mahupun dalam kehidupan realiti.

Saturday, October 18, 2008

muwasofat fardul muslim...

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Al-Qur’an dan Sunnah merupakan dua pusaka Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan peribadi muslim. Peribadi muslim yang dikehendaki oleh Al-Qur’an dan sunnah adalah peribadi yang shaleh, peribadi yang sikap, ucapan dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Ta’ala. Persepsi masyarakat tentang peribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah peribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus lekat pada peribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar peribadi muslim yang erdasarkan Al-Qur’an dan sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga menjadi acuan bagi pembentukan peribadi muslim. Bila disederhanakan, sekurang-kurangnya ada sepuluh profil atau ciri khas yang harus lekat pada peribadi muslim.

1. Salimul Aqidah

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya:

‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162).

Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah.

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasulullah yang penting, dalam satu haditsnya; baginda menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq.

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah diutus untuk memperbaiki akhlak dan baginda sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi.

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi peribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi peribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat
yang merangsang manusia untuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya:

Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219).

Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya:

Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

6. Mujahadatun Linafsihi.

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu keperibadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun ‘ala Waqtihi.

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah banyak
bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya.

Allah memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: ‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

http://www.chinawholesalegift.com/pic/Horloge-Gifts/Mini-Clock/Twin-Bell-Alarm-Clock-15514472244.jpg

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi.

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk keperibadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu urusan dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun ‘alal Kasbi.

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan.
Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu peribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa
menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki
keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Naafi’un Lighoirihi.

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tidak mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat
dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.

Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).


Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.